Jumat, 22 September 2017

Bunga untuk Ayu


Sedikit cerita tentang bunga-bunga ini~

Bunga flanel di sebelah kanan itu diberikan sewaktu ujian tutup. Dibelikan oleh si abang tapi mesti pesan sendiri soalnya doi lagi kerja di luar kota dan tidak tahu soal hal-hal semacam ini. 😂 Saya maklum, dia memang bukan sosok yang romantis seperti dalam drama. Nah, ketika memesan bunga ini teman saya kehabisan bahan, jadi dia harus menggantinya dengan warna lain. Sebenarnya dia tidak perlu minta maaf karena saya memang penyuka warna biru. Makasih. 😍

Terus bunga mawar dan bunga biru (entah apa namanya) itu pemberian kakak perempuanku sewaktu wisuda. Saya sempat iri dengan teman-teman yang dapat buket bunga dari kerabatnya. Maklum, saya dikelilingi kaum tsundere dan orang-orang yang cuek dengan hal remeh seperti ini. Hihi. Daaan... ternyata kakakku juga bawa bunga! Dua lagi! 😍 Saya langsung senyam-senyum sumringah di depannya. Thank you akak, walaupun kadang nyebelin, tapi dia yang paling mengerti saya. 😘 Jangan harap kakak laki-laki bakal membelikan adik bungsunya bunga. Membayangkannya saja sudah geli. 😂 Perhatian kakak laki-laki itu memang berbeda. Misalnya, sinyal mereka langsung kuat ketika tahu ada yang lirik-lirik saya. Yang tertua bakal pasang tatapan sinis di depan orang itu, yang kembar malah ketawa-ketiwi sambil menyindir. 😂

Sekian cerita dibalik ketiga macam bunga ini. Oh iya, bunga mawar dan bunga biru itu dibeli karena si kakak tahu betul kesukaan saya. Kenapa bunga yang dibeli bukan buket bunga yang besar? Katanya biar bisa dipajang di atas meja kalau sudah dipakai berfoto. Benar-benar sifat praktis seorang mamah muda 😑

Terima kasih semuanya 😘