Jumat, 26 Mei 2017

Book Review: Girls in the Dark

Judul: Girls in the Dark (Kyukyoku no Seisai)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: @penerbitharu
Tahun terbit: November 2016 (Cet. Ke-9)
Jumlah halaman: 289 hlm.

Review:

Kematian ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mengejutkan seluruh siswi SMA Putri Santa Maria. Untuk mengenangnya, setiap anggota Klub Sastra diminta menulis naskah mengenai kematian sang diva sekolah berdasarkan sudut pandang masing-masing.

Pembacaan naskah dilakukan di suatu malam dengan hanya mengandalkan sebuah lilin. Sumikawa Sayuri, sahabat Itsumi sejak kecil, memimpin pertemuan  tersebut sebagai Ketua Klub yang baru. Menariknya, tiap naskah yang ditulis oleh setiap anggota memberikan kesimpulan yang berbeda-beda. Nitani Mirei, siswi kelas 1-A menduga bahwa Koga Sonoko yang telah membunuh Itsumi. Sementara Kominami Akane, murid kelas 2-B, menuduh Mirei sebagai pembunuhnya. Diana Detcheva, murid internasional dari Bulgaria, menunjuk Takaoka Shiyo.  Koga Sonoko dari kelas 3-B mengira itu adalah perbuatan Diana. Sebagai anggota terakhir yang membaca naskah, Takaoka Shiyo dari kelas 2-C yakin bahwa Akane yang telah melakukannya. Siapakah pelaku sebenarnya? Apa motif di baliknya? Apa yang sebenarnya terjadi di Klub Sastra? Semuanya akan terungkap dalam naskah yang dibacakan oleh Shiyori.

Tiap bab yang diulas berdasarkan naskah masing-masing anggota membuat buku ini menjadi unik. Gaya bercerita tiap naskah berbeda-beda sehingga membuat buku ini seolah ditulis oleh beberapa orang. Setiap bab ditutup oleh komentar Ketua Klub sebagai moderator kegiatan malam itu. Tidak adanya dialog yang diperlihatkan saat malam pembacaan naskah menjadikan ucapan Shiyori sebagai satu-satunya sumber imajinasi bagi para pembaca mengenai interaksi yang terjadi pada saat itu. Meski begitu, penyajiannya sudah sangat pas untuk pembaca.

Meski sudah menduga sosok pelaku sejak awal, tetapi latar belakang peristiwanya tidak mudah saya tebak, terlebih lagi ada plot twist yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

#MaggieChen2ndAnniv #30harimembaca #libraryu #bookreview #resensibuku #girlsinthedark #rikakoakiyoshi #bookaddict #bibliophile

Minggu, 21 Mei 2017

Book Review: The Inner Power of Muslimah

Judul: The Inner Power of Muslimah
Penulis: Ustadz Cinta
Penerbit: Hikmah
Tahun terbit: 2008
Jumlah halaman: 332 halaman

Review:

Keistimewaan seorang Muslimah berasal dari kecintaannya kepada Allah. Semakin dia mencintai-Nya, semakin istimewa dirinya. Lalu bagaimana caranya mencintai Allah dengan sepenuh hati? Buku ini memberikan pedoman bagi para muslimah. Dengan cara penyampaian yang ringan, Ustadz Cinta memberikan nasehat dan tips-tips untuk mendekatkan diri kepada Allah disertai dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an & hadits. .

Buku ini mengajak para pembacanya untuk menjalankan perintah-Nya dengan sabar, ikhlas, tulus, dan penuh syukur, seperti beribadah & bersedekah, berbakti kepada orangtua & suami, menyayangi anak, peduli pada sesama, dll. Berbagai macam larangan juga dibahas di dalamnya agar pembaca tidak terjerumus dalam hal-hal demikian, seperti memfitnah, berghibah, fasik, dll. Terakhir, ada terapi 4S untuk memperbaiki cinta kepada Allah, yaitu (1) Sesali dosa, (2) Sempurnakan wudhu, (3) Shalat Tobat, (4) Susuli dengan Istighfar.

Meski pada beberapa bagian ada topik yang berulang, namun 10 kisah nyata inspiratif pada bab terakhir membuat buku ini berhasil menyentuh hati pembaca.

Quotes:
"Libatkan Allah pada urusan cintamu, maka engkau akan menemukan kedamaian, ketenteraman, tanpa kepedihan, tampa kehilangan, tanpa kekecewaan, atau putus asa. Percayalah!" (hlm.30)

"Jadikan takwa sebagai pakaianmu dan santun sebagai mantelmu." (hlm.92)

"Allah tidak pernah ingkar dengan janji-Nya. Cintailah Allah maka Allah akan mencintaimu." (hlm.316)

#MaggieChen2ndAnniv #30harimembaca #libraryu #bookreview #resensibuku #bukuislami #muslimah #duniajibab #pedulijilbab #islam #islamituindah #islammasakini #penerbithikmah

Berani Bilang 'Tidak'

Salah satu hal yang paling sulit bagiku adalah berkata 'Tidak'. Saya selalu menganggap penolakan akan menyebabkan orang lain kecewa, sedangkan harapan saya adalah mampu menyenangkan hati semua orang.

Tetapi ketika semua permintaan diiyakan, saya malah kewalahan. Urusan pribadi dikesampingkan demi mendahulukan permintaaan mereka. Padahal,  beberapa orang di antaranya hanya datang ketika susah. Setelah selesai, mereka meninggalkan saya sendirian.

Saya lalu berpikir, jika ini terus berlanjut maka saya akan merugikan diri sendiri. Apalah artinya membantu jika diri ini terbebani? Hati kotor dipenuhi uneg-uneg, pahala pergi karena hati tidak lagi ikhlas, serta urusan terbengkalai dan seringkali berakhir dengan penyesalan. Tidak ada untungnya sama sekali.

Sejak saat itu, saya menyadari bahwa mustahil kita bisa membahagiakan semua orang. Setiap orang punya keterbatasan, terutama diri saya sendiri. Jadi saya memutuskan untuk mempertimbangkan baik-baik sebelum mengiyakan permintaan seseorang. Saya harus berani menolak jika memang tidak sanggup memenuhinya. Dan, tentu saja, saya akan menerima dengan senang hati jika saya mampu.

Makassar, 21 Mei 2017

Sabtu, 20 Mei 2017

Langit Merah

Jeritan itu tidak lagi tersimpan di dalam hati. Kini ia menembus raga-raga manusia. Teriakan penindasan. Desa-desa sudah tidak aman lagi. Kaum minoritas dizalimi. Aroma petrichor bercampur bau darah segar yang mengalir dari tubuh-tubuh yang tidak berdaya, menguap ke langit senja yang memerah. Satu per satu dari mereka dibantai tanpa perlawanan yang berarti.

Book Review: Sheila - Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)

Judul: Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Diterjemahkan dari One Child)
Penulis: Torey Hayden
Halaman: 476 hlm
Penerbit: Qanita
Tahun terbit: 2004 (cetakan ke-7)


Rabu, 21 Desember 2016

Engkaulah Surgaku

Di matamu menghuni bidadari
Laku eloknya menghias bilik-bilik rumah
Sejukkan suasana di segala musim

Di lengkung bibirmu berdiam cinta
Setiap kata yang keluar adalah doa
Pengiring langkah bagi suami dan anak

Peluh menguap ke udara
kala sepasang lenganmu memeluk tubuhku
Bahkan angin tak mampu bersaing

Kamis, 08 Desember 2016

COURSE MATERIALS

Authors
Alfianty Tadjuddin                 Ayu Pertiwi                  Eka Purwanti
15B01060                               15B01062                     15B01064
State University of Makassar



I.             INTRODUCTION
In a language course, materials are designed to support teaching and learning process. The materials include “anything which can be used to facilitate the learning of a language” (Tomlinson, 2003). They can be used to inform the learners about the language, to provide experience of the language in use, and to stimulate language use or to help learners to make discoveries about the language for themselves (Tomlinson, 2003). To aid the learners in language learning, the materials developers need to construct the materials thoughtfully in evaluating, adapting, and producing them. This is really valuable because the course materials are made to fulfill the users’ needs. Therefore, the materials developers should consider carefully who, where, and how the materials will be used.