Sabtu, 20 Mei 2017

Book Review: Sheila - Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)

Judul: Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Diterjemahkan dari One Child)
Penulis: Torey Hayden
Halaman: 476 hlm
Penerbit: Qanita
Tahun terbit: 2004 (cetakan ke-7)


Review:
Menjadi seorang psikolog sekaligus guru membuat Torey Hayden harus berhadapan dengan anak-anak istimewa. Dari sekian siswanya, yang paling sulit ditangani adalah Sheila, seorang anak berusia 6 tahun yang menjadi tahanan rumah sakit negara karena baru saja membakar anak laki-laki berusia 3 tahun.
Di sekolah, Sheila mengacau dan tidak ingin belajar. Ia membuat anak-anak lainnya ketakutan. Entah masa lalu seperti apa yang dialaminya hingga ia menjadi begitu 'liar'. Torey tidak tahu, kecuali satu hal, ibunya membuangnya ke jalan dan pergi bersama adiknya, Jimmie. Kini ia tinggal dengan ayah pemabuk yang selalu menyalahkan dirinya atas kepergian adiknya bersama sang ibu.
Sheila adalah anak yang cerdas dengan IQ 182. Ia dapat membaca dengan lancar dan memahami kata-kata sulit yang tidak diketahui anak seumurannya. Sebenarnya hatinya sangat rapuh namun ditutupinya dengan sikap nakal. Dia juga mampu menyembunyikan perasaannya dari kedua mata mungilnya. Dalam kesehariannya tidak pernah sekalipun ia menangis meskipun ia merasa sedih atau terluka. Bahkan tatapannya tidak menyiratkan apapun sehingga Torey kesulitan membaca perasaannya.
Merupakan tantangan besar bagi Torey untuk mampu mendidik anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus mengendalikan Sheila, memperbaiki perilakunya, dan membebaskannya dari tuntutan pengadilan yang ingin memasukkannya ke rumah sakit negara sebagai tahanan anak pertama di sana.
.
"Aku enggak mau ada orang sakiti aku. Mereka tidak tau aku sakit jika aku tidak nangis. Jadi mereka tidak sakiti aku. Enggak ada orang bisa membuat aku nangis. ..." (Sheila, p.196)
.
"Yang enggak dapat kumengerti adalah mengapa yang baik-baik selalu berakhir." (Sheila, p.444)
.
"Dengan sarana yang sering kita abaikan, dengan cinta, dukungan, dan kepercayaan serta harga diri yang sering tidak kita sadari kalau kita memilikinya, mereka terus berjuang." (p.449)
.
#MaggieChen2ndAnniv #readingchallenge #bookstagramindonesia #bookreview #klubbaca #resensibuku #truestory #IGbookreview #libraryu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar